Beberapa Aturan Pemakaian Huruf Menurut PUEBI 2015

Aturan pemakaian huruf menurut PUEBI

Aturan pemakaian huruf sebelumnya memang diatur dalam Ejaan yang Disempurnakan (EYD) yang memang sejak lama sudah menjadi pedoman penulisan dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Namun kini aturan tersebut sudah diperbarui berdasarkan Permen Dikbud RI Nomor 50/2015 tanggal 26 November 2015 Tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.

Walaupun pada dasarnya, kita sudah mengenali huruf semenjak masa sekolah tetapi pada faktanya masih saja ada yang belum begitu memahami tentang penggunaan huruf dalam penulisan sehari-hari. Maka dari itu, melalui tulisan ini admin ingin membagikan pengetahuan kepada kalian semua mengenai pemakaian dan penggunaan huruf menurut EBI (Ejaan Bahasa Indonesia)


Aturan Pemakaian Huruf Menurut PUEBI

Ada beberapa poin yang akan dibahas, yaitu huruf abjad, huruf vokal, huruf konsonan, gabungan huruf konsonan, dan huruf diftong. Berikut ini adalah penjelasannya, cekidot!

A. Huruf Abjad

Abjad adalah kumpulan huruf aksara yang disusun berdasarkan urutan lazim dalam bahasa tertentu. Selain itu, huruf abjad juga memiliki arti sebagai sistem aksara yang melambangkan bunyi bahasa yang digunakan untuk menulis bahasa (KBBI V Daring).

Jumlah huruf abjad bahasa Indonesia berjumlah 26 yang berawal dari huruf A dan berakhir dengan huruf Z. (Saya yakin kalian sudah mengetahuinya).
Huruf abjad A-Z

Huruf abjad terbagi atas 2 kelompok, yakni huruf vokal dan huruf konsonan. Mengenai keduanya akan dijelaskan di poin berikutnya.

Baca juga : perbedaan judul, tema, dan topik.

B. Huruf Vokal

Huruf vokal juga disebut sebagai huruf hidup. Jenis huruf yang satu ini melambangkan fonem vokal yang terdiri atas 5 huruf, yakni a,i,u,e,o.

Contoh pemakaian dalam kata :

a = api, padi, lusa
e = enak, petak, sore
i = itu, simpan, murni
o = oleh, kota, radio
u = ulang, bumi, dan ibu.

Khusus untuk huruf e, terkadang dalam pengucapan atau pelafalannya berbeda-beda tergantung dengan kata yang ditulis. Maka dari itu ditetapkan diakritik untuk membedakannya.

Diakritik adalah tanda tambahan pada huruf yang sedikit atau banyak mengubah nilai fonetis huruf tersebut. Ada 3 diakritik yang sering digunakan yaitu :

1. Diakritik (é) dilafalkan [e]
Contoh kalimat :
  • Anak-anak itu sedang bermain di depan teras. (téras)
  • Kecap (kécap) berbahan dasar kedelai.

2. Diakritik (è) dilafalkan [ɛ]
Contoh kalimat :
  • Saya sedang menonton film seri (sèri) di bioskop.
  • Pertahanan militer (militèr) Indonesia dinilai sangat kuat.

3. Diakritik (ê) dilafalkan [ə]
Contoh kalimat :
  • Pertandingan Real Madrid vs Barcelona Berakhir dengan hasil seri (sêri).
  • Upacara tersebut dihadiri oleh pejabat teras (têras) Bank Indonesia.

Baca : aplikasi belajar kimia gratis.


C. Huruf Konsonan

Huruf Konsonan merupakan lawan dari huruf vokal. Huruf konsonan juga disebut sebagai huruf mati. Menurut KBBI V, jenis huruf yang satu ini mempunyai pengertian huruf yang digunakan untuk melambangkan fonem konsonan.

Dalam huruf abjad bahasa Indonesia, huruf konsonan terdiri atas 21 huruf selain huruf vokal yaitu b,c,d,f,g,h,j,k,l,m,n,p,q,r,s,t,v,w,x,y,z. Khusus huruf x dan q dipakai untuk nama diri dan keperluan ilmu. Untuk huruf x di posisi awal kata dilafalkan [s].

Menarik : aplikasi belajar akuntansi terbaik dan gratis untuk siswa/mahasiswa.

D. Gabungan Huruf Konsonan

Ada beberapa gabungan huruf konsonan seperti kh, ny, ng, dan sy dimana masing-masing melambangkan satu bunyi konsonan. Beberapa contoh dalam pemakaian kata yaitu :

kh = khusus, akhir, tarikh
ny = nyata, banyak
ng = ngarai, bangun, senang
sy = syarat, musyawarah, arasy.

E. Huruf Diftong

Huruf Diftong merupakan huruf yang mengandung bunyi vokal rangkap yang tergolong dalam satu suku kata. Huruf-huruf ini dapat diletakkan di awal, tengah, ataupun akhir suatu kata. Beberapa huruf diftong dalam bahasa Indonesia yaitu ai, au, ei, dan oi.

Contoh penerapan dalam kalimat
  • Andai aku bisa berlibur ke Bali
  • Pihak warga telah memiliki eigendom tanah tersebut.
  • Dia mempelajari seni melukis secara autodidak
  • Amboi, betapa indah pemandangan laut ini.

Baca juga : perbedaan kata dasar dan kata berimbuhan.

Demikian sedikit penjelasan mengenai aturan pemakaian huruf menurut PUEBI, terima kasih dan semoga bermanfaat :)

January 05, 2019 - 1 komentar

SUPPORT !!
Dukung Blog Firdaus Artikel untuk bisa selalu update menginformasikan berbagai konten yang bermanfaat kepada pembaca. Anda bisa membagikan artikel yang telah dibaca atau meninggalkan komentar yang positif, setiap share dan komentar positif dari kalian sangat berarti bagi Firdaus. Terima kasih :)

1 komentar untuk Beberapa Aturan Pemakaian Huruf Menurut PUEBI 2015.

Berikan komentar positif dan juga relevan dengan postingan. Mohon maaf komentar yang bersifat negatif dan mengandung link aktif akan saya hapus.

Terima kasih atas kunjungannya di Blog Firdaus Artikel :)

.

Buat pembelajar Bahasa Indonesia, diakritik menjadi salah satu materi yang sukar ya... huruf 'e' yang inkonsisten hihi

Balas Hapus